hatikuu tlah kosong
perasaanku tlah mati
hiduppku tlah hampaa
cintaaku tlah hilangg
selepass kauu pergii
sendirii kuu menanti cintaa
yangg tak kunjungg menghampirii
dan tak kunjungg membukaa hatii
telahh pergi kauu pujaan hati
meninggalkankuu yangg mencintaamu
untuk bidadarii laiin
yangg tak pernahh kuu tau
kusadaar ku tak pantaas
kusadaar ku tak sempurnaa
kusadaar ku tak baik
namun..
kukaan menantimuu
menyambutt cintaamu
untukuu..
Tersenyumlah engkau selagi kamu masih bisa tersenyum, dan jadilah dirimu berguna bagi orang lain sehingga hidupmu akan berharga layaknya intan yang banyak dicari oleh orang-orang di dunia.
Favorites
-
BAB II PEMBAHASAN A. ISLAM 1. Pengertian Islam Islam adalah sebuah agama yang berorientasi kepada Muhammad, Nabi dari Arab pada abad ketuju...
-
ada rasa dimana semua bagian hidup terkisahkan seluruhnya pada satu memori ingatan manusia. baik kaya, miskin, jahat ataupun orang yang tak ...
-
saat sang bintang mulai menampakkan sinar indahnya aku tak ingin ikut tenggelam dalam gelapnya langit aku tak mau ikut matahari bersembunyi ...
-
terbangun dalam mimpiku ,,rasanya aku tak kuat untuk membuka mataku tapi apa daya aku harus membuka mata ,,setelah itu aku memandang ke luar...
-
hatikuu tlah kosong perasaanku tlah mati hiduppku tlah hampaa cintaaku tlah hilangg selepass kauu pergii sendirii kuu menanti cintaa yangg t...
Sabtu, 18 Desember 2010
Beri Aku Waktu

saat sang bintang mulai menampakkan sinar indahnya
aku tak ingin ikut tenggelam dalam gelapnya langit
aku tak mau ikut matahari bersembunyi
saat malam mulai datang
saat bendera mimpi mulai dikibarkan
aku merasa takut
aku merasa ingin lari dari malam
aku ingin segera pagi
segera berlari
menjemput sejuknya embun
menggapai indahnya sang surya
Tuhan..
beri aku waktu lebih lama lagi
untuk sekedar mencintainya
dia..pujaanku..
beri aku saat yang paling indah
saat bersamanya
dia..pujaanku..
dia..bak sang surya dihatiku
dia..bak sang surya dihidupku
Tuhan..
beri aku waktu
untuk memiliki hatinya
untuk memiliki cintanya
aku tak ingin mengikuti bintang
aku tak ingin mengikuti sang pemimpi
karna aku tau
itu akan memisahkan aku dengan kamu
surya hatiku
surya kehidupanku
beri aku waktu
sedikit saja
sekejap saja
hanya untuk bersamanya
dia..bahagiaku..
Aqidah
BAB II
PEMBAHASAN
A. ISLAM
1. Pengertian Islam
Islam adalah sebuah agama yang berorientasi kepada Muhammad, Nabi dari Arab pada abad ketujuh. Islam adalah kepatuhan atau penyerahan diri, penyerahan diri ini dipahami dengan pengertian positif dalam mengenali kedaulatan Allah dan memasuki rasa kedamaian milik-Nya (Bahasa Arab = Salam). Sepertinya, Islam pada mulanya telah menunjukkan pada perbuatan pribadi atau sikap pikiran daripada sebuah sistem keagamaan.
Islam adalah agama natural bagi seluruh umat manusia. Al Qur’an di manapun menunjukkan bahwa inti kepercayaan dan praktek - praktek dari semua nabi adalah identik dengan apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Islam sebagai sebuah sistem keagamaan telah menjadi ideologi dalam sebuah kekaisaran yang besar yang terletak dari wilayah Spanyol sampai ke India.
Islam dibangun berdasar lima pilar (arkan al-islam), yang didefinisikan sebagai berikut :
1) Membaca syahadat, atau pernyataan bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah.
2) Menjalankan ibadah sholat.
3) Memberikan zakat.
4) Melaksanakan puasa di bulan Ramadhan.
5) Menjalankan ibadah haji di Makkah.
Islam biasanya didefinisikan sebagai berikut : Al-Islam wahyun ilahiyun unzila ila nabiyyi Muhammadin Sallallahu ‘alaihi wasallama lisa’adati al-dunya wa al-akhirah (Islam adalah wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman untuk kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat). Jadi inti Islam adalah wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad. Kita percaya bahwa wahyu itu terdiri dari dua macam : wahyu yang berbentuk Al Qur’an dan wahyu yang berbentuk hadis, sunnah nabi Muhammad SAW. Islam adalah suatu pola hidup yang khas,yang sangat berbeda dengan pola hidup lainnya. Islam mewajibkan pemeluknya untuk hidup dalam satu warna kehidupan tertentu secara konstan, tidak berganti dan berubah karena situasi maupun kondisi. Islam mengharuskan mereka untuk selalu mengikatkan diri dengan pola kehidupan tersebut dengan membentuk suatu kepribadian, yang menjadikan jiwa dan pikiran mereka tidak akan merasakan dan kebahagiaan , kecuali berada dalam pola kehidupan itu. Islam adalah agama Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW dan ia adalah agama yang berintikan keimanan dan perbuatan amal. Keimanan itu merupakan akidah dan pokok, yang diatasnya berdiri syari’at Islam. Perbuatan itu merupakan syari’at dan cabang - cabang yang dianggap sebagai buah yang keluar dari keimanan serta akidah.
Menurut Ibnu Katsir agama Islam ialah syari’at (peraturan hukum) yang ditetapkan oleh Allah. Dalam Bahasa Arab, ad-din berarti tunduk dan patuh. Dalam artian ad-din seperti ini, maka pengertian agama ialah, semua peraturan hukum Allah yang wajib ditaati dan dipatuhi. Agama disebut juga dengan syara’ (jalan), karena dengan menempuh jalan yang dtetapkan oleh agama itu seorang akan sampai ke tujuan dengan selamat. Agama dinamakan dengan syari’at karena agama mengandung konotasi air bening dan jernih yang mampu melepaskan dahaga dan menyegarkan badan. Adapun agama disebut dengan millah karena maksud diturunkannya agama adalah untuk mempersatukan umat manusia, atau setidaknya para pemeluknya, dalam satu ikatan tali yang teguh dan erat.
Maksud diturunkannya agama ialah agar umat manusia mendapat pedoman dan penuntun untuk memperoleh kesejahteraan dan kesentosaan hidup di dunia serta kebahagiaan abadi di akhirat.
2. Hakikat Islam
Hakikat agama islam mencakup tiga unsur pokok yaitu :
1. Itikad (iman).
2. Akhlak (moral).
3. Amal sholeh (berbuat kebajikan).
Ketiganya merupakan satu kesatuan yang saling mengisi dan saling melengkapi. Ilmu tanpa amal adalah lumpuh, sebaliknya amal tanpa ilmu itu buta. Jadi agama adalah perpaduan antara aqidah, ibadah, kerja dunia, dan upaya akhirat.
Islam terbagi menjadi dua yaitu Islam hakiki dan Islam shuri (pura-pura) atau taqlidi.
Islam (pura-pura) adalah islam yang tidak didukung oleh kepercayaan atau akuan hati. Islam pura pura ialah lahirnya saja yang Islam tetapi batinnya tidak. Orang yang seperti ini sesungguhnya adalah orang munafik. Islam taqlidi atau islam ‘urfi ialah islamnya karena keturunan, atau ikut – ikutan tanpa mengetahui atau mengenal isi Islam. Kedua macam Islam ini tidak ada nilainya di sisi Allah.
Islam hakiki adalah Islam yang mampu menjernihkan diri, mengeringkan ruhnya, membersihkan akal dari segala rupa kepercayaan yang salah, khurafat, dan bid’ah, memperbaiki jiwa dengan kemauan meluruskan cita-cita dalam segala amalan, mengikhlaskan niat kepada Allah. Inilah islam yang dimaksud oleh firman :
(QS. Ali ‘Imran 85)
3. Unsur – Unsur Agama Islam
Menurut para ulama, unsur – unsur agama terdiri atas : Iman-islam-ikhsan
Ini berdasarkan pada hadis yang dikenal dengan nama hadis Jibril yang menurut riwayat Al-Bukhari, yang artinya :
“ Iman itu ialah, engkau meyakini (membenarkan dengan hati dan lidah) akan adanya Allah,malaikat,akan berjumpa dengan Allah, akan rasul – rasulnya, dan akan hari bangkit”
“Islam ialah, engkau hanya menyembah Allah sendiri, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu yang lain, mendirikan sembahyang, mengeluarkan zakat yang diwajibkan, berpuasa di bulan ramadhan, dan menunaikan ibadah haji jika engkau sanggup melaksanakannya”
“Ihsan ialah, engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihatnya, yakinlah bahwa Allah melihatmu”.
4. Perintah Menganut Islam
Manusia terpecah dalam berbagai golongan dan aliran kepercayaan yang telah
membuat mereka saling bermusuhan, padahal mereka berasal dari satu keturunan, Adam dan Hawa. Oleh Karen itu Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW untuk menyampaikan wahyu-Nya agar mereka berpegang pada satu tali ajaran agama yang diridhai-Nya yakni Islam. Denagn seperti itu, maka manusia akan memperoleh kesejahteraan di dunia dan kebahagiaan di akhirat kelak. Perintah Allah agar manusia hanya memeluk Islam, termuat dalam beberapa ayat, diantaranya sebagai berikut :
(QS. Al Baqarah 208)
(QS. Ali ‘Imran 102)
Dalam ayat pertama dinyatakan bahwa orang-orang yang beriman diperintahkan untuk memeluk agama islam dengan menaati segala aturan-aturan-Nya, menjunjung tinggi hukum dan berpegang teguh pada pokok ajaran-Nya. Selain itu juga, Allah melarang hambanya mengikuti nafsu setan yang selalu berupaya mengjak manusia kepada kemungkaran. Ayat kedua menyebutkan bahwa kita harus bersungguh-sungguh dalam bertakwa kepada Allah SWT dan mati dalam keadaan muslim karena hanya Islam agama yang diridhai oleh Allah SWT.
PEMBAHASAN
A. ISLAM
1. Pengertian Islam
Islam adalah sebuah agama yang berorientasi kepada Muhammad, Nabi dari Arab pada abad ketujuh. Islam adalah kepatuhan atau penyerahan diri, penyerahan diri ini dipahami dengan pengertian positif dalam mengenali kedaulatan Allah dan memasuki rasa kedamaian milik-Nya (Bahasa Arab = Salam). Sepertinya, Islam pada mulanya telah menunjukkan pada perbuatan pribadi atau sikap pikiran daripada sebuah sistem keagamaan.
Islam adalah agama natural bagi seluruh umat manusia. Al Qur’an di manapun menunjukkan bahwa inti kepercayaan dan praktek - praktek dari semua nabi adalah identik dengan apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Islam sebagai sebuah sistem keagamaan telah menjadi ideologi dalam sebuah kekaisaran yang besar yang terletak dari wilayah Spanyol sampai ke India.
Islam dibangun berdasar lima pilar (arkan al-islam), yang didefinisikan sebagai berikut :
1) Membaca syahadat, atau pernyataan bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah.
2) Menjalankan ibadah sholat.
3) Memberikan zakat.
4) Melaksanakan puasa di bulan Ramadhan.
5) Menjalankan ibadah haji di Makkah.
Islam biasanya didefinisikan sebagai berikut : Al-Islam wahyun ilahiyun unzila ila nabiyyi Muhammadin Sallallahu ‘alaihi wasallama lisa’adati al-dunya wa al-akhirah (Islam adalah wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman untuk kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat). Jadi inti Islam adalah wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad. Kita percaya bahwa wahyu itu terdiri dari dua macam : wahyu yang berbentuk Al Qur’an dan wahyu yang berbentuk hadis, sunnah nabi Muhammad SAW. Islam adalah suatu pola hidup yang khas,yang sangat berbeda dengan pola hidup lainnya. Islam mewajibkan pemeluknya untuk hidup dalam satu warna kehidupan tertentu secara konstan, tidak berganti dan berubah karena situasi maupun kondisi. Islam mengharuskan mereka untuk selalu mengikatkan diri dengan pola kehidupan tersebut dengan membentuk suatu kepribadian, yang menjadikan jiwa dan pikiran mereka tidak akan merasakan dan kebahagiaan , kecuali berada dalam pola kehidupan itu. Islam adalah agama Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW dan ia adalah agama yang berintikan keimanan dan perbuatan amal. Keimanan itu merupakan akidah dan pokok, yang diatasnya berdiri syari’at Islam. Perbuatan itu merupakan syari’at dan cabang - cabang yang dianggap sebagai buah yang keluar dari keimanan serta akidah.
Menurut Ibnu Katsir agama Islam ialah syari’at (peraturan hukum) yang ditetapkan oleh Allah. Dalam Bahasa Arab, ad-din berarti tunduk dan patuh. Dalam artian ad-din seperti ini, maka pengertian agama ialah, semua peraturan hukum Allah yang wajib ditaati dan dipatuhi. Agama disebut juga dengan syara’ (jalan), karena dengan menempuh jalan yang dtetapkan oleh agama itu seorang akan sampai ke tujuan dengan selamat. Agama dinamakan dengan syari’at karena agama mengandung konotasi air bening dan jernih yang mampu melepaskan dahaga dan menyegarkan badan. Adapun agama disebut dengan millah karena maksud diturunkannya agama adalah untuk mempersatukan umat manusia, atau setidaknya para pemeluknya, dalam satu ikatan tali yang teguh dan erat.
Maksud diturunkannya agama ialah agar umat manusia mendapat pedoman dan penuntun untuk memperoleh kesejahteraan dan kesentosaan hidup di dunia serta kebahagiaan abadi di akhirat.
2. Hakikat Islam
Hakikat agama islam mencakup tiga unsur pokok yaitu :
1. Itikad (iman).
2. Akhlak (moral).
3. Amal sholeh (berbuat kebajikan).
Ketiganya merupakan satu kesatuan yang saling mengisi dan saling melengkapi. Ilmu tanpa amal adalah lumpuh, sebaliknya amal tanpa ilmu itu buta. Jadi agama adalah perpaduan antara aqidah, ibadah, kerja dunia, dan upaya akhirat.
Islam terbagi menjadi dua yaitu Islam hakiki dan Islam shuri (pura-pura) atau taqlidi.
Islam (pura-pura) adalah islam yang tidak didukung oleh kepercayaan atau akuan hati. Islam pura pura ialah lahirnya saja yang Islam tetapi batinnya tidak. Orang yang seperti ini sesungguhnya adalah orang munafik. Islam taqlidi atau islam ‘urfi ialah islamnya karena keturunan, atau ikut – ikutan tanpa mengetahui atau mengenal isi Islam. Kedua macam Islam ini tidak ada nilainya di sisi Allah.
Islam hakiki adalah Islam yang mampu menjernihkan diri, mengeringkan ruhnya, membersihkan akal dari segala rupa kepercayaan yang salah, khurafat, dan bid’ah, memperbaiki jiwa dengan kemauan meluruskan cita-cita dalam segala amalan, mengikhlaskan niat kepada Allah. Inilah islam yang dimaksud oleh firman :
(QS. Ali ‘Imran 85)
3. Unsur – Unsur Agama Islam
Menurut para ulama, unsur – unsur agama terdiri atas : Iman-islam-ikhsan
Ini berdasarkan pada hadis yang dikenal dengan nama hadis Jibril yang menurut riwayat Al-Bukhari, yang artinya :
“ Iman itu ialah, engkau meyakini (membenarkan dengan hati dan lidah) akan adanya Allah,malaikat,akan berjumpa dengan Allah, akan rasul – rasulnya, dan akan hari bangkit”
“Islam ialah, engkau hanya menyembah Allah sendiri, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu yang lain, mendirikan sembahyang, mengeluarkan zakat yang diwajibkan, berpuasa di bulan ramadhan, dan menunaikan ibadah haji jika engkau sanggup melaksanakannya”
“Ihsan ialah, engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihatnya, yakinlah bahwa Allah melihatmu”.
4. Perintah Menganut Islam
Manusia terpecah dalam berbagai golongan dan aliran kepercayaan yang telah
membuat mereka saling bermusuhan, padahal mereka berasal dari satu keturunan, Adam dan Hawa. Oleh Karen itu Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW untuk menyampaikan wahyu-Nya agar mereka berpegang pada satu tali ajaran agama yang diridhai-Nya yakni Islam. Denagn seperti itu, maka manusia akan memperoleh kesejahteraan di dunia dan kebahagiaan di akhirat kelak. Perintah Allah agar manusia hanya memeluk Islam, termuat dalam beberapa ayat, diantaranya sebagai berikut :
(QS. Al Baqarah 208)
(QS. Ali ‘Imran 102)
Dalam ayat pertama dinyatakan bahwa orang-orang yang beriman diperintahkan untuk memeluk agama islam dengan menaati segala aturan-aturan-Nya, menjunjung tinggi hukum dan berpegang teguh pada pokok ajaran-Nya. Selain itu juga, Allah melarang hambanya mengikuti nafsu setan yang selalu berupaya mengjak manusia kepada kemungkaran. Ayat kedua menyebutkan bahwa kita harus bersungguh-sungguh dalam bertakwa kepada Allah SWT dan mati dalam keadaan muslim karena hanya Islam agama yang diridhai oleh Allah SWT.
Langganan:
Postingan (Atom)